🌿 Warisan Kami

Menjaga Budaya,
Merawat Alam.

Terletak di jantung Salatiga, Tingkir Tengah lebih dari sekadar destinasi. Ini adalah bukti hidup bagaimana kearifan lokal dan pariwisata berkelanjutan bisa berdansa harmonis.

Desa Tingkir Tengah - pemandangan alam
verified
100%Community Driven

Kisah Tingkir Tengah

Dari awal yang sederhana hingga menjadi mercusuar inovasi berkelanjutan, perjalanan kami didefinisikan oleh ketangguhan masyarakat kami.

1990Fondasi Pengrajin Lokal
2015Peluncuran Inisiatif Eko-Wisata
2024Pengakuan Global untuk UMKM

Visi Kami

Kami membayangkan Ekowisata Tingkir Tengah sebagai model global untuk pariwisata berbasis komunitas di mana pelestarian lingkungan dan kemakmuran ekonomi tidak saling eksklusif. Kami berupaya memberdayakan setiap rumah tangga lokal, memastikan warisan kami bertahan untuk generasi mendatang.

diversity_3

Kesetaraan Sosial

Pembagian keuntungan langsung untuk lebih dari 50 keluarga lokal.

recycling

Hidup Minim Limbah

Menerapkan sistem kompos organik seluruh desa.

Komunitas Tingkir Tengah

Mengutamakan Komunitas

90% staf dan pemandu wisata kami adalah penduduk Tingkir Tengah, yang terlatih untuk memberikan pengalaman autentik sambil melestarikan cara hidup mereka. Setiap kunjungan berkontribusi langsung pada ekonomi lokal dan pelestarian budaya.

Bagaimana Kami Memberdayakan

Komitmen kami terhadap lingkungan dan komunitas dibangun di atas empat pilar utama pertumbuhan berkelanjutan.

agriculture

Pertanian Regeneratif

Mengajarkan petani lokal teknik organik yang memperbaiki kesehatan tanah dan menghasilkan tanaman berkualitas premium.

park

Program Reboisasi

Menanam lebih dari 10.000 pohon asli sejak tahun 2020 untuk menjaga ekosistem air tawar.

storefront

Inkubasi UMKM

Mendukung 50+ usaha mikro dengan peralatan digital dan jalur pemasaran internasional.

groups

50k+ Pengunjung

Menjadi tuan rumah wisatawan dari lebih dari 20 negara, memupuk pertukaran budaya.

“Tingkir Tengah bukan sekadar tempat kami tinggal; ini adalah warisan yang kami jaga. Kami tidak mewarisi bumi dari leluhur, kami meminjamnya dari anak cucu kami.”

person
Mbah Joyo

Tetua Desa & Penjaga Budaya